Senin, 16 Mei 2016

STRATEGI PENETAPAN HARGA




Menurut Kotler (2001) Harga adalah sejumlah uang yang dibebankan atas suatu produk atau jasa, atau jumlah dari nilai tukar konsumen atas manfaat-manfaat karena memiliki atau menggunakan produk atau jasa tersebut. Sedangkan penetapan harga adalah suatu proses untuk menentukan seberapa besar pendapatan yang akan diperoleh atau diterima oleh perusahan dari produk atau jasa yang di hasilkan.
Penetapan harga telah memiliki fungsi yang sangat luas di dalam program pemasaran. Menetapkan harga berarti bagaimana menselaraskan produk kita dengan aspirasi sasaran pasar, yang berarti pula harus mempelajari kebutuhan, keinginan, dan harapan konsumen. Dengan kata lain harga dan penetapan harga adalah suatu proses yang harus dilakukan oleh perusahaan untuk memberikan nilai suatu produk atau jasa dengan mengkalkulasikan terlebih dahulu segala macam biaya yang dikeluarkan untuk memperoleh keuntungan serta mempertimbangkan faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan selain harga.
Metode penetapan harga yang dilakukan oleh bengel Pulau Datuk adalah sebagai berikut:
1.      Metode berbasis permintaan
a.       Price lining pricing
strategi ini kami gunakan dalam bengkel Pulau Datuk karena dapat memberikan pilihan harga pada konsumen terhadap satu produk yang sama bentuknya hanya merek dan kualitas yang membedakanya, begitupun dengan harganya yang bermacam-macam dari yang rendah, sedang, maupun harga yang tinggi. Hal ini akan memudahkan dalam pengambilan keputusan bagi konsumen untuk membeli dengan harga yang sesuai kemampuan keuangan mereka. Contoh merek ban luar Ada IRC dan Federal.
b.      Odd-even pricing
Strategi selanjtunya yang digunakan oleh bengkel Pulau Datuk adalah odd-even pricing, yaitu dengan menetapkan harga ganjil atau harga yang besarnya mendekati jumlah genap tertentu, contoh: harga pelumas mesin motor Rp. 49.000 bagi sekelompok konsumen atau pembeli masih beranggapan harga tersebut masih berada dalam kisaran Rp. 40.000 an.
c.       Bundle pricing
Strategi penetapan harga berbasis permintaan yang terakhir dari bengkel Pulau Datuk adalah bundle pricing, yaitu strategi pemasaran dua atau lebih produk dalam satu harga paket. Metode ini didasarkan pada pandangan bahwa konsumen lebih menghargai nilai suatu paket tertentu secara keseluruhan daripada nilai masing-masing item secara individual. Contoh pembelian satu paket rantai, Gir depan dan belakang dengan harga yang lebih rendah dari pembelian per-biji
2.      Metode penetapan harga berbasis biaya
Bengkel Pulau Datuk dalam penepatan harga berbasis biaya menggunakan cost plus persentage of cost pricing yaitu, Metode penetapan harga dengan cara menambahkan presentase tertentu terhadap biaya operasional. Contoh: dalam penjual ban luar federal dengan harga Rp. 145.000, jika konsumen ingin sekaligus menggantinya maka ada biaya tambahan sebesar 2000. Maka pembayaran keseluruhan sebesar 147.000. biaya tambahan ini untuk menutupi biaya karyawan yang ada.
3.      Metode penetapan harga berbasis laba
Metode penetapan harga berbasis laba yang dilakukan oleh bengkel Pulau Datuk adalah Target return on sales pricing, yaitu bengkel menetapkan tingkat harga tertentu yang dapat menghasilkan laba dalam persentase tertentu terhadap volume penjualan. Bengkel Pulau Datuk menargetkan laba dari penjualan sparepart, reparasi sepeda motor dan operasoanal lainnya dengan persentase tingkat harga yang telah ditentukan
4.      Metode penetapan harga berbasis persaingan
Metode yang digunakan dalam penetapan harga atas persaingan menggunakan Los leader pricing, yaitu metode yang menjual suatu produk di bawah harga biayanya. Tujannya bukan untuk meningkatkan penjualan produk yang bersangkutan, tetapi menarik konsumen dan membeli produk lainnya, khususnya produk yang ber-markup cukup tinggi. Jadi suatu produk dijadikan semacam pancingan agar produk lainnya juga laku.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar