Menurut Kotler
(2001) Harga adalah sejumlah uang yang dibebankan atas suatu produk atau jasa,
atau jumlah dari nilai tukar konsumen atas manfaat-manfaat karena memiliki atau
menggunakan produk atau jasa tersebut. Sedangkan penetapan harga adalah suatu
proses untuk menentukan seberapa besar pendapatan yang akan diperoleh atau
diterima oleh perusahan dari produk atau jasa yang di hasilkan.
Penetapan harga
telah memiliki fungsi yang sangat luas di dalam program pemasaran. Menetapkan
harga berarti bagaimana menselaraskan produk kita dengan aspirasi sasaran
pasar, yang berarti pula harus mempelajari kebutuhan, keinginan, dan harapan
konsumen. Dengan kata lain
harga dan penetapan harga adalah suatu proses yang harus dilakukan oleh
perusahaan untuk memberikan nilai suatu produk atau jasa dengan
mengkalkulasikan terlebih dahulu segala macam biaya yang dikeluarkan untuk
memperoleh keuntungan serta mempertimbangkan faktor-faktor yang mempengaruhi
permintaan selain harga.
Metode penetapan
harga yang dilakukan oleh bengel Pulau Datuk adalah sebagai berikut:
1. Metode berbasis permintaan
a. Price lining pricing
strategi ini kami gunakan dalam bengkel Pulau Datuk karena
dapat memberikan pilihan harga pada konsumen terhadap satu produk yang sama
bentuknya hanya merek dan kualitas yang membedakanya, begitupun dengan harganya
yang bermacam-macam dari yang rendah, sedang, maupun harga yang tinggi. Hal ini
akan memudahkan dalam pengambilan keputusan bagi konsumen untuk membeli dengan
harga yang sesuai kemampuan keuangan mereka. Contoh merek ban luar Ada IRC dan
Federal.
b. Odd-even pricing
Strategi selanjtunya yang digunakan oleh bengkel Pulau Datuk
adalah odd-even pricing, yaitu dengan
menetapkan harga ganjil atau harga yang besarnya mendekati jumlah genap
tertentu, contoh: harga pelumas mesin motor Rp. 49.000 bagi sekelompok konsumen
atau pembeli masih beranggapan harga tersebut masih berada dalam kisaran Rp. 40.000
an.
c. Bundle pricing
Strategi penetapan
harga berbasis permintaan yang terakhir dari bengkel Pulau Datuk adalah bundle pricing, yaitu strategi pemasaran
dua atau lebih produk dalam satu harga paket. Metode ini didasarkan pada
pandangan bahwa konsumen lebih menghargai nilai suatu paket tertentu secara
keseluruhan daripada nilai masing-masing item secara individual. Contoh
pembelian satu paket rantai, Gir depan dan belakang dengan harga yang lebih
rendah dari pembelian per-biji
2. Metode penetapan harga berbasis biaya
Bengkel
Pulau Datuk dalam penepatan harga berbasis biaya menggunakan cost plus persentage of cost pricing yaitu, Metode penetapan harga
dengan cara menambahkan presentase tertentu terhadap biaya operasional. Contoh:
dalam penjual ban luar federal dengan harga Rp. 145.000, jika konsumen ingin
sekaligus menggantinya maka ada biaya tambahan sebesar 2000. Maka pembayaran
keseluruhan sebesar 147.000. biaya tambahan ini untuk menutupi biaya karyawan
yang ada.
3. Metode penetapan harga berbasis laba
Metode
penetapan harga berbasis laba yang dilakukan oleh bengkel Pulau Datuk adalah Target
return on sales pricing, yaitu bengkel menetapkan tingkat harga tertentu
yang dapat menghasilkan laba dalam persentase tertentu terhadap volume
penjualan. Bengkel Pulau Datuk menargetkan laba dari penjualan sparepart,
reparasi sepeda motor dan operasoanal lainnya dengan persentase tingkat harga
yang telah ditentukan
4. Metode penetapan harga berbasis
persaingan
Metode
yang digunakan dalam penetapan harga atas persaingan menggunakan Los leader
pricing, yaitu metode yang menjual suatu produk di bawah harga biayanya.
Tujannya bukan untuk meningkatkan penjualan produk yang bersangkutan, tetapi
menarik konsumen dan membeli produk lainnya, khususnya produk yang ber-markup
cukup tinggi. Jadi suatu produk dijadikan semacam pancingan agar produk lainnya
juga laku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar