Senin, 16 Mei 2016

KLASIFIKASI DAN KARAKTERISTIK JASA



 Pengertian Manajemen Pemasaran Jasa

Ada beberapa definisi yang dikemukakan oleh para pakar untuk istilah  pemasaran dan definisi jasa, sebagai berikut:
A.    Menurut (Kotler, 1994)
Pemasaran jasa adalah setiap tindakan atau perbuatan yang dapat ditawarkan oleh suatu pihak kepada pihak lain, yang pada dasarnya bersifat intangible (tidak berwujud fisik) dan tidak menghasilkan kepemilikan sesuatu.
B.     Menurut (William J.Stanton, 1981)
Pemasaran jasa adalah sesuatu yang dapat diidentifikasi secara terpisah tidak terwujud, ditawarkan untuk memenuhi kebutuhan. Jasa dapat dihasilkan dengan menggunakan benda-benda berwujud atau tidak berwujud.
C.     Menurut (Mary Jo Bitner, 2000)
Pemasaran jasa adalah suatu kegiatan ekonomi yang outputnya, bukan produk dikonsumsi bersamaan dengan waktu produksi dan memberikan nilai tambah (seperti: hiburan, kenikmatan, santai) bersifat tidak berwujud.
D.      Menurut (Miller dan Layton, 2000)
Pemasaran jasa adalah merupakan system total aktivitas bisnis yang dirancang untuk merencanakan, menetapkan harga, mempromosikan dan mendistribusikan produk, jasa, dan gagasan yang mampu memuaskan  keinginan pasar sasaran dalam rangka mencapai tujuan organisasional.
            Dari definisi diatas dapat disimpulkan bahwa jasa adalah  semua tindakan atau kegiatan yang dapat ditawarkan oleh satu pihak kepada pihak lainnya (konsumen) yang memberikan manfaat  bersifat tidak berwujud dan tidak menyebabkan kepemilikan apapun.


Klasifikasi Jasa
Jasa bengkel sepeda motor merupakan jasa utama yang didukung dengan barang minor karena peawaran jasa terdiri atas suatu jasa pokok bersama-sama dengan jasa tambahan (pelengkap) atau barang-barang pendukung, seperti pada bengkel sepeda motor, seorang konsumen ingin mengganti ban luarnya, pihak jasa bengkel sepeda motor menyediakan jasa mengganti ban (teknisi bengkel), selain itu juga menyediakan produk bannya. Jasa bengkel sepeda motor juga menyediakan  produk-produk  tambahan lainnya yang berhubungan dengan sepeda motor.
Berdasarkan atas tingkat kontak konsumen dengan pemberi jasa sebagai bagian dari sistem saat jasa tersebut dihasilkan, jasa bengkel sepeda motor merupakan kelompok Low-contact system, karena dalam bengkel sepeda motor, konsumen tidak perlu  menjadi bagian dari sistem untuk menerima jasa. Misalnya. Pada saat reparasi sepeda motor, konsumen tidak harus berhungan  kontak langsung pada saaat  sepeda motornya yang rusak diperbaiki oleh teknisi bengkel.
Ditinjau berdasarkan kesamaannya dengan operasi manufaktur, bengkel sepeda motor ini termasuk dalam  miqed service. Karena bengkel sepeda motor merupakan kelompok jasa dengan tingkat kontak menengah (moderate-contact) yang menggabungkan beberapa  bentuk sifat  pure service dan quasimanufacturing service. Dalam bengkel sepeda motor contohnya seorang teknisi bengkel harus memiliki keahlian dalam memperbaiki sepeda motor yang rusak milik konsumen(sifat Pure service) dan seorang  konsumen tidak harus menjadi bagian dari proses  produksi jasa yaitu memperbaiki sepeda motor (sifat quasimanufacturing service).

1.3  Karakteristik Jasa
Dalam Implementasinya, bengkel sepeda motor memiliki karakteristik jasa. Karakteristik jasa ini termasuk dalam insparibility (jasa yang tidak terpisahkan) bahwasanya jasa tidak dapat dipisahkan dari penyedianya. Bila karyawan jasa menyediakan jasa karyawan, maka karyawan adalah bagian dari jasa. Umumnya aktivitas jasa proses produksi dan konsumsi terjadi secara bersamaan, konsumen terlibat dalam produksi implikasinya kontak dan intraksi menjadi sangat penting. Sehingga  penyedia jasa maupun konsumen sepeda motor mempengaruhi hasil jasa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar