Pengertian Manajemen Pemasaran Jasa
Ada beberapa definisi yang dikemukakan oleh para pakar untuk istilah pemasaran dan definisi jasa, sebagai berikut:
A. Menurut
(Kotler, 1994)
Pemasaran jasa adalah setiap
tindakan atau perbuatan yang dapat ditawarkan oleh suatu pihak kepada pihak
lain, yang pada dasarnya bersifat intangible (tidak berwujud fisik) dan tidak menghasilkan kepemilikan sesuatu.
B. Menurut
(William J.Stanton, 1981)
Pemasaran jasa adalah sesuatu yang
dapat diidentifikasi secara terpisah tidak terwujud, ditawarkan untuk memenuhi
kebutuhan. Jasa dapat dihasilkan dengan menggunakan benda-benda berwujud atau
tidak berwujud.
C. Menurut
(Mary Jo Bitner, 2000)
Pemasaran jasa adalah suatu kegiatan
ekonomi yang outputnya, bukan produk dikonsumsi bersamaan dengan waktu produksi
dan memberikan nilai tambah (seperti: hiburan, kenikmatan, santai) bersifat
tidak berwujud.
D. Menurut
(Miller dan Layton, 2000)
Pemasaran jasa adalah merupakan
system total aktivitas bisnis yang dirancang untuk merencanakan, menetapkan
harga, mempromosikan dan mendistribusikan produk, jasa, dan gagasan yang mampu
memuaskan keinginan pasar sasaran dalam rangka mencapai tujuan
organisasional.
Dari definisi diatas dapat
disimpulkan bahwa jasa adalah semua
tindakan atau kegiatan yang dapat ditawarkan oleh satu pihak kepada pihak
lainnya (konsumen) yang memberikan manfaat
bersifat tidak berwujud dan tidak menyebabkan kepemilikan apapun.
Klasifikasi Jasa
Jasa
bengkel sepeda motor merupakan jasa utama yang didukung dengan barang minor
karena peawaran jasa terdiri atas suatu jasa pokok bersama-sama dengan jasa
tambahan (pelengkap) atau
barang-barang pendukung, seperti pada bengkel sepeda motor, seorang konsumen
ingin mengganti ban luarnya, pihak jasa bengkel sepeda motor menyediakan jasa
mengganti ban (teknisi bengkel), selain itu juga menyediakan produk bannya.
Jasa bengkel sepeda motor juga menyediakan
produk-produk tambahan lainnya
yang berhubungan dengan sepeda motor.
Berdasarkan
atas tingkat kontak konsumen dengan pemberi jasa sebagai bagian dari sistem
saat jasa tersebut dihasilkan, jasa bengkel sepeda motor merupakan kelompok Low-contact system, karena dalam bengkel
sepeda motor, konsumen tidak perlu menjadi
bagian dari sistem untuk menerima jasa. Misalnya. Pada saat reparasi sepeda
motor, konsumen tidak harus berhungan
kontak langsung pada saaat sepeda
motornya yang rusak diperbaiki oleh teknisi bengkel.
Ditinjau
berdasarkan kesamaannya dengan operasi manufaktur, bengkel sepeda motor ini
termasuk dalam miqed service. Karena bengkel sepeda motor merupakan kelompok jasa
dengan tingkat kontak menengah (moderate-contact)
yang menggabungkan beberapa bentuk
sifat pure service dan quasimanufacturing
service. Dalam bengkel sepeda motor contohnya seorang teknisi bengkel harus
memiliki keahlian dalam memperbaiki sepeda motor yang rusak milik konsumen(sifat Pure service) dan seorang konsumen tidak harus menjadi bagian dari
proses produksi jasa yaitu memperbaiki
sepeda motor (sifat quasimanufacturing
service).
1.3 Karakteristik
Jasa
Dalam
Implementasinya, bengkel sepeda motor memiliki karakteristik jasa. Karakteristik jasa ini termasuk
dalam insparibility (jasa yang tidak terpisahkan) bahwasanya jasa tidak dapat
dipisahkan dari penyedianya. Bila karyawan jasa menyediakan jasa karyawan, maka
karyawan adalah bagian dari jasa. Umumnya aktivitas jasa proses produksi dan
konsumsi terjadi secara bersamaan, konsumen terlibat dalam produksi
implikasinya kontak dan intraksi menjadi sangat penting. Sehingga penyedia jasa maupun konsumen sepeda motor
mempengaruhi hasil jasa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar