Menurut
Buttle (2004:55) menyatakan Pemasaran relasional (relationship marketing)
adalah strategi bisnis inti yang memadukan produsen dan fungsi internal,
jaringan eksternal untuk menciptakan dan menyampaikan nilai kepada pelanggan
untuk mendapatkan keuntungan.
Menurut Zeithaml and Bitner (2003:158) tujuan utama
dari pemasaran relasional adalah untuk membangun dan mempertahankan pelanggan
yang komit yang menguntungkan bagi perusahaan dan pada waktu yang sama
meminimumkan waktu dan usaha yang dikeluarkan untuk pelanggan yang kurang
menguntungkan”.
Pemasaran
relasional
merupakan cara usaha pemasaran pada pelanggan untuk meningkatkan pertumbuhan
jangka panjang perusahaan dan kepuasan maksimum pelanggan. Pelanggan yang baik
merupakan suatu asset di mana bila ditangani dan dilayani dengan baik akan
memberikan pendapatan dan pertumbuhan jangka panjang bagi suatu perusahaan. Perusahaan akan berusaha melaksanakan strategi di dalam
menarik perhatian konsumen, pemasok, dan memelihara anggota, serta mengelola
hubungan dengan konsumen, pemasok, dan perusahaan lain. Selain itu, konsep ini
merupakan upaya membangun hubungan yang lebih konstruktif dengan anggota
terpilih dalam mencapai sukses pemasaran jangka panjang.
Bentuk-bentuk relationship marketing
dapat berupa:
A. Hubungan
Pelanggan (customer relationship)
Hubungan
perusahaan dengan pelanggan sangat perlu dibina dan dikembangkan karena dengan
hubungan yang baik berarti jaminan bagi perusahaan dalam mempertahankan
perusahan dalam waktu jangka panjang akan tercipta. Hubungan baik antara
pelanggan dan perusahaan akan memberikan keuntungan yang banyak bagi perusahaan
seperti perulangan pembelian, pelanggan merekomendasikan kepada teman atan
kenalan tentang perusahan kita, dapat mengurangi biaya pemasaran , karena
mencari pelanggan baru biaya lebih besar dari pada mempertahan pelanggan. Oleh karena
itu perusahaan harus mampu menciptakan kebutuhan dan keinginan pelanggan secara optimal agar
pelanggan merasa terpuaskan atas kebutuhan dan keinginannya, sehingga hubungan
perusahaan dan pelanggan terjadi dengan baik dan pelanggan menjadi loyal. faktor-faktor
yang mempengaruhi loyalitas pelanggan adalah perhatian (caring), kepercayaan
(trust), perlindungan (length of patronage), dan kepuasan akumulatif (overall
satisfaction).
B. Kemitraan
dengan Pemasok (supplier partnership)
Kemitraan adalah suatu strategi bisnis
yang dilakukan oleh dua pihak atau lebih dalam jangka waktu tertentu untuk
meraih keuntungan bersama dengan prinsip saling membutuhkan dan saling
membesarkan. Hubugan
kemitraan dengan pemasok harus dijaga
dengan baik. Karena kemitraan merupakan jalinan
hubungan yang bermanfaat dan saling menguntungkan. Manfaat yang didapat jika
bisa menjaga hubungan baik dengan pemasok, menjamin kelancaran penyediaan barang-barang
yang dibutuhkan bengkel, menjamin mutu baik dari kualitas barang dan dari segi
pengiriman, mengurangi jumlah supplier seperti mengurangi biaya-biaya negoisasi
dan ketidak seragaman, Mengembangkan supplier partnership agar melancarkan
pergerakan barang yang ada di toko bengkel. Komitmen dari masing-masing pihak
sangat diperlukan untuk mempertahankan hubungan kerja sama antara perusahaan
dengan pemasok.
C. Kemitraan
antar perusahaan (lateral partnership)
Sebagai perusahaan yang mulai merintis
dari bawah, maka bengkel sepeda motor ini membutuhkan hubungan kemitraan dengan
perusahaa lain untuk mengembangkannya. Hubungan kemitraan antara usaha kecil
dengan usaha menengah atau usaha besar sangat dibutukan bagi keduanya, bagi
usaha kecil sangat bermanfaat untuk penambahan modal dan pengembangan
usaha. Sedangkan bagi usaha menengah
atau usaha besar bermanfaat untuk memperluas pangsa pasar dan penjualannya. Perusahan
usaha besar memiliki nilai-nilai yang tinggi di masyarakat, sehingga hubungan
kemitraan ini sangat berguna terhadap bengkel sepeda motor, untuk meningkatkan
status sosial dan pengakuan di masyarakat sehingga reputasi bengkel sepeda
motor ini juga meninggat sehingga menyebabkan konsumen menjadi loyal.
D. Kemitraan
internal (internal partnership)
Untuk
mencapai tujuan perusahaan maka perlu adanya hubungan baik antara pemilik dan
karyawannya. Tujuan bengkel sepeda motor ini akan tercipta jika pemilik dan
karyawan menjalankan:
a) Suasana
kerja yang nyaman.
b) Saling
menghormati satu sama lain.
c) Meningkatkan
kesejahteraan mitra kerja dan karyawan.
d) Membangun
relasi kerja dengan asas kejujuran.
e) Menetapkan
standar keselamatan kerja.
f) Profesionalitas
tenaga kerja.
E. Hubungan
dengan masyarakat sekitar
Hubungan antara perusahaan bengkel
sepeda motor dan masyrakat harus terjalin, karena hubungan ini menciptakan pengertian publik
yang lebih baik sehingga dapat memperdalam kepercayaan publik terhadap bengkel
sepeda motor. selain itu, hubungan baik dengan masyrakat akan menangkap pembeli
yang tidak membeli sebelumnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar